Sunday, 28 November, 2021

Mengerti ResultHK, Oleh Chunnel Lee



Tur Jagat Kong Dari Satu adalah pameran & konvensi terbaru untuk menghormati almarhum Kong Dari Satu, seorang tokoh politik Indonesia dan penulis, penulis esai dan jurnalis terkenal yang juga menjabat sebagai wakil. Banyak bangsa nun bangga memiliki perilaku politik dan toleran yang terhormat dan berpengaruh, yang berhasil membentuk bangsa & masyarakat sedemikian bagai. Pandangan dan pendapatnya beragam dan tertanam kuat dalam pikiran dan prinsipnya. Nilai-nilai yang dia junjung tinggi ini kerap terwujud dalam lektur, esai, dan artikelnya.

Karena itu, kematiannya sangat menyentuh hati orang-orang yang mengelokkan mengenalnya. Sudah seyogyanya karya-karyanya kini bakal disulap menjadi sebuah pameran yang menampakkan tulisan dan pidatonya bersama filsuf ternama China, Lin Yun yang biasa terlihat di sampingnya. Keduanya telah melakukan penuh penandatanganan buku eksklusif bersama dan setiap kali mereka hilang bersama, tiket nun terjual habis duga meningkat. Sekarang, lokasi Hong Kong buat konferensi HK Dampak juga menjadi tuan rumah konferensi untuk menghormati mendiang Kong Dari Satu.

Dalam antara buku-bukunya yang terkenal adalah dengan terkenal seperti Desolate Area, Taiwan: The Making of a Modern Country, & Desolate Area: Reflections on the Southern Shanxi Plain yang diakui secara raya. Karya lainnya termasuk nama pena dirinya dan istrinya, Lee, dan karya mereka bersama seperti Kegiatan Buku Hong Kong, tur buku China, Yayasan Lee Kuan Yai: Asia Tenggara dan Refleksinya. Tapi, karyanya yang menyimpangkan terkenal dan dihormati adalah yang dia tulis selama tanda jabatannya sebagai pemimpin Federasi Asosiasi Internasional Penulis dan Pereka (FIA WA) di dalam 2021-2. Keluaran sidney sempang karya utamanya adalah bukunya Reklamasi, nun dibuat menjadi film fitur yang dibintangi Chow Yun-fat serta kemudian di tahun yang sama, menjadi lektur terlaris internasional; The Power of Two, yang dibuat menjadi serial televisi dengan sukses dan tetap menjadi salah wahid film dokumenter terpopuler di dunia; serta yang terbaru, I Married a Cougar, yang memenangkan penghargaan khusus dari Federation of Publishers di kawasan Asia-Pasifik.

Karyanya yang paling kesohor mungkin berasal daripada dua bukunya nun berjudul The Art of the Deal dan The Way of the Dragon. Yang pertama perihal dengan bagaimana menahan berbagai kerumitan pada bisnis sementara dengan kedua berkonsentrasi di dalam landasan filosofis dari cara berpikir tertentu yang lazim dalam budaya Sino-Portugis. Untuk seorang sosiolog, Homo mengungkapkan keyakinannya kalau interaksi sosial merupakan akar dari semata kejahatan masyarakat, jadi menyimpulkan bahwa keegoisan individu dapat mengakibatkan terciptanya keadaan dengan tidak diinginkan. Kecuali karyanya di bidang fiksi dan non fiksi, ia pula telah menerbitkan sekitar artikel di tabloid akademik yang membincangkan tentang filsafat garis haluan, sifat manusia, silsilah, sosiologi, teknologi, periklanan, komunikasi, dan sastra. Artikel-artikel ini sudah diterjemahkan ke kian dari 20 norma.

Di antara karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Chunnel Lee adalah: The Perils of Self-Worth, uraian Chunnel Lee dengan pertama-tama dirilis di bahasa Inggris untuk Chinese Crossing the Water, Chinese Reflections on Man, Chinese Reflections on China, A Short History of the State, Sejarah Singkat Tiongkok, Sejarah Singkat Hong Kong, Refleksi Tiongkok tentang Manusia, Kontemplasi Tiongkok tentang Singapura, Refleksi Tiongkok di Barat, Kondisi Wong, Kesedihan Manusia Timur, Tangga Perusahaan Publik, Tangga Surga, Tangga Cinta, Pengobatan Tiongkok, dan Renaisans Tiongkok. Semua ini kemudian dijadikan film kenyat-kenyut. Terjemahan bahasa Inggrisnya lainnya adalah biografi dua jilidnya tentang Sun Yat-hui, yang kemudian dibuat menjadi film dan dijadikan dasar untuk film dengan judul dengan sama. Dia juga seorang penulis menguntungkan buku-buku yang merayu akademis yang berhubungan dengan ilmu sosial, politik, pendidikan, persinggungan, psikologi, sosiologi, penyusunan, dan sejarah.

Hasilnya adalah perpaduan halus antara kebijaksanaan Barat dan Timur. Tersebut adalah buku yang tidak akan memproduksi pembacanya berpikir terlalu keras tentang maknanya. Sebaliknya, ia hendak membuat mereka menyeruput konsepnya dan lambat-lambat memahami wawasan serta pelajarannya. Itu ditulis dalam bahasa sedang dan argumennya menusuk dengan lancar. Seseorang dapat dengan barang-kali memahami pesan daripada buku ini terutama dengan hanya mencerap daftar isi nun diterjemahkan.